Perbedaan Android One dan Android Go

Google merilis produk smartphone Android One maupun Android Go, nah apa perbedaan keduanya? mari kita simak bersama pada artikel berikut ini.

Apa itu Android One?

Android One
logo Android One

Pengertian Android One

Android One adalah proyek smartphone dari Google untuk membuat sistem operasi yang murni, tanpa adanya campur tangan dari produsen ponsel sama sekali.
Sehingga menghasilkan sebuah smartphone yang sangat sesuai dengan standar Google.
Tujuan pembuatannya adalah untuk dipasarkan ke negara-negara berkembang di wilayah Asia Tenggara.
Ide utama dari pihak Google adalah membuat sebuah sistem operasi Android yang murni, tanpa adanya modifikasi dari pihak manufaktur dan dengan bandrol harga yang lebih terjangkau.

Google sebenarnya mempunyai lini produk yang serupa, bernama Nexus yang sekarang dinamakan Pixel.
Namun harga dari Nexus maupun Pixel adalah jauh lebih mahal dibandingkan Android One, karena keduanya termasuk ke dalam smartphone kelas flagship yang memiliki berbagai fitur terbaru dan canggih.
Pada Android One ini, Google secara khusus menggandeng vendor lokal yang ada di negara-negara berkembang untuk menciptakan perangkat Android One yang diberi harga dengan kisaran sekitar 2 jutaan rupiah.
Ponsel ini banyak di cari oleh pengguna, karena harga smartphone android tersebut terbilang paling murah pada kelas yang sudah dilengkapi dengan OS android Lollipop v5.0 terbaru
Spesifikasi pada setiap android one tersebut juga terbilang tinggi di bandingkan dengan hp android versi lokal lainnya.

Sebagaimana pernyataan dari Google yang dilansir dari situs pocket-lint.com :
“Andorid One adalah bentuk paling asli dari Android, yang membuat penggunanya bisa merasakan versi terbaik Android langsung dari Google.”

Sejarah Android One

Google pertama kali merilis program Android One ini pada ajang Google I/O di tahun 2014.
Inisiasi program ini pada saat itu adalah sekadar ingin memfasilitasi penduduk di negara berkembang untuk terhubung dengan internet melalui smartphone yang terstandarisasi.
Kemudian Google pun menggandeng beberapa vendor lokal untuk merealisasikan program ini, lima tahun kemudian ternyata program Android One berhasil mendulang sukses besar.
Google mengklaim bahwa aktivasi Android One sepanjang tahun 2018 melonjak hingga 250 persen.
Ponsel yang berjalan dengan Android One tidak dilengkapi dengan software antarmuka lain, termasuk tidak adanya software buatan vendor lain.
Karena itulah Android One bisa disebut sebagai Android murni.

Keberhasilan yang dicapai ini adalah berkat kerja sama Google dengan beberapa vendor besar, seperti : Xiaomi, LG dan Motorola.
Namun, vendor yang berkontribusi cukup besar untuk program Android One adalah Nokia yang berada di bawah naungan HMD Global.
HMD Global meluncurkan beberapa perangkat yang dijalankan dengan Android murni ini.
Beberapa diantaranya adalah smartphone keluaran terbaru yaitu : Nokia 9 PureView, Nokia 4.2, dan Nokia 3.2.
Google memprediksi pertumbuhan Android One akan semakin meningkat sepanjang tahun 2019.
Perangkat Android One dipasarkan perdana untuk negara : India, Bangladesh, Nepal, Indonesia, Filipina, Sri Lanka dan beberapa negara di kawasan Asia Selatan lainnya yang dimulai pada tahun 2014.
Telepon pintar perdana Android One dipasarkan oleh tiga produsen asal India yaitu Micromax, Spice dan Karbonn pada September 2014.
Di Indonesia, Android One dipasarkan dengan tiga perangkat telepon pintar dari tiga produsen yang berbeda, yaitu Evercoss One X, Nexian Journey1 dan Mito Impact.
Ketiga ponsel yang diluncurkan pada bulan Februari 2015 ini sudah dilengkapi dengan sistem operasi Android Lollipop 5.1.
HP android one ini dibuat dengan spesifikasi yang sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh google selaku pemilik sistem operasi android.
Sengan spesifikasi standar tersebut, bisa di pastikan kinerja atau performa dari setiap smartphone android one tersebut akan jauh lebih baik dan lebih cepat dibandingkan dengan hp android lokal lainnya.

Kelebihan Sistem Operasi Android One

Disisi sistem operasi yang dibawa adalah memiliki sistem operasi android versi terbaru (lollipop).
Setiap android one akan selalu mendapatkankan update sistem operasi android terbaru dan pengguna bisa melakukan update sistem operasi android otomatis tanpa PC komputer atau leptop.
Pada masa awal merilis android one, untuk melakukan update sistem operasi android terbaru dan otomatis hanya dapat dilakukan di HP android one.
Sedangkan untuk hp android lokal lainnya belum tersedia update otomatis tersebut.
Saat itu, hampir semua hp android lokal lainnya untuk melakukan update atau upgrade sistem operasi android harus dengan cara manual.
Bahkan sebagian hp lain tidak menyediakan fitur update os andorid terbaru.
Hampir semua smartphone yang dibuat oleh vendor HP telah diubah menjadi sesuai dengan fitur yang mereka miliki sendiri.

Contohnya adalah : Samsung TouchWiz, Xiaomi MIUI, OPPO ColorOS, dan ASUS ZenUI, semuanya merupakan tampilan antarmuka berbasis sistem operasi Android.
Karena Android One menggunakan sistem operasi Android yang diperoleh langsung dari Google, maka dampaknya akan lebih cepat melakukan pembaruan Android versi terbaru dibanding lainnya.
Kecepatan ini disebabkan karena setiap ada versi terbaru, smartphone tidak perlu dirubah dan langsung menggunakan aplikasi bawaan dari vendor.
Jadi tidak perlu memasukan aplikasi bawaan produsen smartphone yang biasanya diikuti berbagai perubahan lainnya sebagaimana yang dilakukan pada smartphone jenis lain.
Android One berjalan lebih ringan dibandingkan Android umumnya
Tampilan dan aplikasi bawaannya tidak diubah sama sekali, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang tidak suka dengan tampilan aplikasi modifikasi.
Misalnya dari segi User Interface, Android One tampil simpel sehingga sangat mudah digunakan bagi setiap orang.
Bahkan bagi pengguna lanjut usiapun, atau bahkan bagi mereka yang tak pernah menggunakan Android One sebelumnya.
Tampilannya UI yang simpel ini bisa terjadi berkat sistem Android One yang tak memiliki aplikasi ganda.
Maksudnya, satu fungsi hanya diwakili satu aplikasi. Sebagai contoh, pada galeri hanya terdapat satu aplikasi, pada pesan hanya ada satu aplikasi.
Dari segi performa, berkat tampilannya yang simpel tanpa tambahan aplikasi atau hal lain yang tidak berarti.
Maka smartphone dengan Android One dapat berjalan dan beroperasi lebih cepat bila dibandingkan OS smartphone lainnya.

Versi Android One sesuai untuk digunakan oleh :

Pengguna yang selalu update sistem operasi terbaru, setelah Android versi baru dirilis biasanya tidak akan membutuhkan waktu lama. Berbeda dengan smartphone lainnya yang mungkin membutuhkan waktu bulanan, tahunan, atau mungkin tidak mendapatkan update sama sekali.
Para pengguna yang tidak terlalu menginginkan macam-macam fitur dan yang pola penggunaannya secukupnya.
Harga yang lebih terjangkau, dengan menawarkan standar asli dari Google yang simple yaitu fitur bawaaan Android asli-nya.

Fitur Android One

Keamanan

Terdapat fitur pembaruan keamanan bulanan dan Google Play Protect built yang membuat smartphone dengan Android One jadi sangat aman.
Google Play Protect secara aktif memindai (scanning) dan memverifikasi lebih dari miliaran aplikasi setiap hari.
Berkat hadirnya mesin pembelajaran (machine learning) Google akan membuat smartphone secara dinamis mampu mencegah virus dan malware.

Aplikasi Foto

Aplikasi Google Photo membuat semua foto tertata rapi dan mudah ditemukan.
Lewat aplikasi ini juga, secara otomatis semua foto berkualitas tinggi milik kita dapat tersimpan tak terbatas.
Kombinasi teknologi tersebut dengan pre-aplikasi yang kecil dan dikurasi, membuat smartphone memiliki banyak ruang penyimpanan.

Google Lens

Hadirnya Google Lens juga membuat kita bisa mencari apa saja yang ada di dalam jepretan.
Sehingga kita bisa mencari informasi, menyalin teks, menempelkan teks, hingga mencari jawaban atas apa yang kita cari.
Semua kelebihan itu makin sempurna berkat hadirnya Google Assistant yang mampu memudahkanmu menyelesaikan berbagai tugas apapun.

Contoh produk Android One
Contoh produk Android One

Apa itu Android Go?

Pengertian Android Go

Sistem operasi Android Go pada dasarnya adalah OS Android yang telah dimodifikasi untuk smartphone dengan spek kelas bawah.
Android Go adalah proyek Google yang lebih memfokuskan diri pada sistem operasinya, bukan hardware-nya.
Jadi, Google membuat sebuah sistem operasi berbasis Android Oreo yang telah dimodifikasi agar lebih kompatibel dengan smartphone kelas bawah atau low-end.
Karena dikhususkan pada smartphone kelas bawah, Android Go memiliki sistem manajemen data yang lebih optimal dalam segi penyimpanan dan data seluler.
Salah satunya adalah efisiensi sistem, ukuran sistem operasi Android Go yang dipangkas hampir setengah dari Android Oreo yang normal.
Playstore juga telah dioptimalkan oleh Google yang lebih menyorot aplikasi yang akan bekerja dengan baik pada perangkat Android Go, seperti Facebook Lite.
Tidak ada spesifikasi maksimal yang harus dipenuhi oleh smartphone yang ingin menggunakan Android Go.
Jika sebuah manufaktur ingin merilis sebuah smartphone kelas bawah, Google berharap Android Go dapat digunakan oleh mereka.

Sejarah Android Go

Berbagai usaha yang dilakukan Google untuk meningkatkan eksistensi smartphone berkualitas di negara-negara berkembang adalah melalui optimasi Android KitKat, kemudian proyek Android One, dan yang terbaru dinamai “ Android Go”.

Pada event Google I/O yang diselenggarakan pada 18 Mei 2017, Google memperkenalkan Android Go, dan peluncurannya baru pada tahun 2018 lalu.
Android Go menyasar smartphone entry-level dan ditargetkan untuk negara berkembang.
Dalam sesi roundtable Google I/O ini, VP Engineering Android (Dave Burke) mengatakan bahwa Android Go sejatinya bukan sistem operasi atau proyek hardware baru, melainkan versi ringan dari Android O.
Nama “Android Go” sendiri sebenarnya untuk internal Google saja.
Di pasaran orang-orang hanya akan mengenal Android O yang kompatibel untuk semua perangkat, dari entry-level hingga high-end.
Android Go terbuka untuk siapa saja, baik vendor lokal maupun global. Tak ada campur tangan langsung Google ke para vendor untuk membuat perangkat khusus yang diberi embel-embel “Android Go”.
“Kami membantu manufaktur yang ingin mengembangkan ponsel Android murah tapi tetap punya performa tinggi,” kata Burke di ruangan Partnerplex, Campus Google, AS.

Dave Burke (VP Engineering Android)
Dave Burke (VP Engineering Android)
gambar : Dave Burke (VP Engineering Android)
sumber / source : tekno-kompas.com

Kelebihan Android Go

Android Go sudah kompatibel untuk ponsel dengan spesifikasi super rendah 1GB.
Hal ini menjadi kelebihan marketing bagi vendor, bahwa ponsel murah pun sudah memakai sistem operasi O terbaru.
Implementasi Android Go terbagi menjadi tiga sektor, dari segi sistem operasi, aplikasi, dan toko aplikasi.
Dari segi sistem operasi, Android Go mengoptimalkan Android O ke versi paling ringan.
Dari segi aplikasi, layanan-layanan bawaan Google seperti YouTube, Chrome, Gmail, dll, akan dibuat versi “Go” yang lebih hemat internet dan memori.
Terakhir, pada Google Play Store, ponsel “Android Go” akan disuguhi aplikasi-aplikasi yang efisien.
Meski peredarannya belum selama Android One, Android Go mulai populer terutama di negara berkembang.
Saat ini, menurut Google, 50 persen smartphone Android di segmen entry-level telah didukung Android Go.
Beberapa vendor yang mulai mengadopsi Android Go di antaranya adalah Nokia yang merilis Noki 1 dan Samsung yang diaplikasikan ke Galaxy J2 Core dan J4 Core.

Perangkat-perangkat tersebut dijalankan dengan Android Oreo Go Edition.
Kabarnya, Google akan merilis Android 9 Pie Go Edition yang akan mendukung Nokia 1 Plus dan BLU Vivo Go.

Keuntungan Memori Android Go

Ponsel Android Go identik dengan ponsel berspesifikasi rendah dan memori terbatas.
Namun aplikasi yang dibawanya memiliki ukuran lebih kecil dibanding aplikasi reguler, sehingga tetap dapat bekerja dengan optimal.
Beberapa di antaranya adalah aplikasi : YouTube Go, Google Go, atau Files Go.
Selain aplikasi yang berukuran kecil, Google juga menyematkan beragam fitur untuk membuatnya lebih hemat data.
Android Go telah dilengkapi dengan fitur ‘Data Saver’ yang telah dipasang secara default.
Sehingga paket data yang digunakan di smartphone Android Go akan lebih awet ketimbang di smartphone lainnya.

Contoh produk Android One
Contoh produk Android One

Perbedaan Android One vs Android Go

Dari berbagai pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa :
Android One adalah smartphone yang seluruh tahap pembuatannya (baik harware maupun software) diatur oleh Google.
Sedangkan Android Go adalah sistem operasi yang telah dimodifikasi oleh Google agar lebih ringan dan bisa digunakan oleh banyak smartphone.
Kesamaan Android One dengan Go: Baik Android One maupun Android Go dalah sama-sama mengincar pasar kelas menengah ke bawah.
Demikian ulasan tentang Android One dan Android Go yang informasinya kami peroleh dari berbagai sumber.
Jika ada masukan, kritik dan saran akan kami terima dengan senang hati sebagai bahan perbaikan untuk pengembangan web ini.

Artikel terkait lainnya :
Mengenal seluk beluk Android
Arti dari Smartphone Flagship

Referensi :

  • https://id.wikipedia.org/
  • www.android.com/one/
  • https://www.android.com/intl/id_id/one/
  • https://gadgetren.com
  • https://tekno.kompas.com
  • https://jalantikus.com
  • https://www.riaume.com
  • http://www.tribunnews.com
  • https://www.idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *