Memahami arti Quality System

Apakah yang dimaksud dengan Quality System ?

Untuk memahaminya, kita akan memeceh terlebih dahulu masing-masing kata. Yang pertama adalah Quality atau Kualitas, yang kedua adalah System atau Sistem.
Kualitas atau Quality atau Mutu
Pertama-tama kita bahas mengenai Kualitas, menurut beberapa referensi para ahli ada beberapa definisi dari Sistem yaitu :
1.       Philip B. Crosby
Kualitas adalah Memenuhi persyaratan pelanggan (Conform to Customer Requirement). Pendekatan Crosby adalah proses top-down.
2.       W. Edwards Deming
Kualitas adalah pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus. Pendekatan Deming adalah bottom-up.
3.       Joseph M. Juran
Kualitas adalah kesesuaian dengan kegunaan (fitness for use). Pendekatan Juran adalah orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan.
4.       Westinghouse
Kualitas adalah performa kerja yang dapat memenuhi keinginan customer secara cepat dan tepat.
5.       A. V. Feigenbaum
Kualitas adalah memenuhi harapan pelanggan (Meeting Customer Expectations)
6.       K. Ishikawa
Kualitas adalah kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction)
Untuk lebih mudah memahami pendapat dari para ahli diatas, kita simak contoh-contoh sebagaimana berikut:
1.       Masyarakat di era 80 an dan 90 an, membeli Televisi dengan harapan akan awet atau tahan lama sehingga bisa dipakai selama 10 tahun lebih. Produsen Televisi dari Jepang merajai penjualan produk Televisi di era tersebut karena bisa memenuhi keinginan masyarakat.
2.       Pentium adalah produk dari perusahaan Intel yang terus menerus melakukan penyempurnaan produknya, dari Pentium 1, 2, 3, 4, dual core, core to duo, core i3, core i5, core i7. Produsen ini mampu merajai penjualan prosesornya selama bertahun-tahun. Pabrikan mobil Honda atau Toyota melakukan perbaikan produknya setiap waktu.
3.       Kita akan membeli sepatu ke mall dan berharap bahwa sepatu tersebut nyaman dipakai, kuat dan tahan lama. Sebelum dibeli sepatu dicoba terlebih dahulu di toko, memang dirasa nyaman dipakai. Beberapa tahun kemudian, sepatu tersebut masih awet, hanya ada goresan-goresan yang wajar. Kita merasa puas dan ingin membeli lagi dengan merk yang sama, sekaligus kita memberi saran kepada teman atau keluarga bahwa sepatu merk itu berkualitas.
4.       Saat ini penjualan online sedang marak, berbagai pilihan pengiriman barang yang saling bersaing seperti JNE, Wahana, J&T, Ninja Express, dan lainnya. Pengguna akan terus memilih jasa pengiriman mana yang reputasinya cepat, sesuai tujuan, aman bahkan murah.
Jadi, bisa kita simpulkan dari penjelasan diatas bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen atau customer atau pengguna.
Sistem atau System
Menurut Wikipedia, Sistem adalah suatu kesatuan dari berbagai komponen yang dihubungkan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Atau juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang ada dalam suatu wilayah serta memiliki item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan kumpulan dari berbagai provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat penghuni negara tersebut.
Quality System
Quality System atau sering disebut oleh perusahaan dengan nama Quality Management System, diterjemahkan menjadi Sistem Manajemen Kualitas.
Pengertian Sistem Manajemen Kualitas :
Menurut Gaspersz (2001), Sistem manajemen kualitas (QMS) merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang dan atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kebutuhan atau persyaratan itu ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi.
Quality Evolution
Quality Evolution atau Evolusi Mutu atau Perkembangan mutu sudah berlangsung sejak lama hingga saat ini dan merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Perubahan dari budaya non mutu akan kita jelaskan dalam 6 tahapan sebagai berikut :
1.       Budaya Non-Mutu
Ini adalah tahap dimana Kualitas belum diperhatikan sama sekali, terjadi pada permulaan masa industri.
2.       Inspeksi
Peningkatan dari tahap sebelumnya dengan cara melakukan pengecekan atau inspeksi terhadap hasil proses produksi, jika ada produk yang cacat akan dipisahkan.

3.       Pengendalian Mutu (Quality Control)
Pengecekan atau inspeksi dilakukan pada beberapa bagian :
          Input : Pada material sebelum masuk ke proses, produk yang cacat akan dikembalikan ke suplier.
          Proses : Pengecekan didalam tahapan proses, produk yang cacat akan dipisahkan.
          Output : Pengecekan terhadap hasil proses produksi, jika ada produk yang cacat akan dipisahkan.

4.       Jaminan Mutu (Quality Assurance)
Melakukan perbaikan sebagaimana tahap 3, ditambah dengan analisa masalah dan pencegahan terhadap ketiga bagian tersebut.
5.       Manajemen Mutu (Quality Management)
Melakukan perbaikan sebagaimana tahap 4, ditambah dengan :
          Input : Manajemen Supplier dan Sumber Daya.
          Proses : Manajemen Perencanaan dan Improvement atau Perbaikan.
          Output : Manajemen Pelanggan
6.       Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management)
Melakukan perbaikan sebagaimana tahap 4, ditambah dengan adanya strategi manajemen untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi dengan metode PDCA (Plan, Do, Check, Action).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *