Andreas Saut Simanjuntak; PDSPK GMKI 2006 Harus Tetap Jadi Acuan Kaderisasi

Andreas Saut Simanjuntak koordinator wilayah III (Korwil III) PP GMKI  menyampaikan analisis kondisi wilayah III GMKI (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) pada Sidang Pleno I PP GMKI masa bakti 2020/2022 tujuannya adalah untuk menghasilkan keputusan dan arah organisasi sepanjang periode 2020-2022, yang dilaksanakan di Depok (Jumat 22-24 Januari 2021)

Sebagaimana dengan konsep yang  digagas oleh Pengurus Pusat GMKI periode 2020/2022 yaitu “era networking society”. Ada beberapa poin yang ditekankan oleh Korwil III dalam pemaparan analisis kondisi wilayah III GMKI di sidang pleno I.

Yang  pertama adalah  budaya apatis dan kurangnya minat organisasi dari pemuda Kristen wilayah III merupakan kendala umum kegiatan organisasi GMKI di wilayah III. Belum lagi adaptasi kegiatan baru yang dirancang oleh pemerintah membuat proses belajar mengajar di Indonesia,khususnya di daerah  wilayah 3 GMKI dilakukan secara daring sehingga mau tidak mau mahasiswa/i yang notabenenya adalah para anggota GMKI wilayah III menjadi kembali ke rumahnya masing-masing. Ini merupakan tantangan baru dalam organisasi kader.

Kedua, walupun di tengah-tengan kondisi pandemi, kurikulum PDSPK GMKI 2006 harus tetap menjadi acuan dari pengkaderan  setiap cabang-cabang yang ada di GMKI wilayah III, Karena PDSPK 2006 ini merupakan  bentuk pendidikan yang terpola secara sistematis dengan kurikulum bertaraf nasional namun tetap disesuaikan dengan kondisi cabang secara otonom. Artinya kurikulum PDSPK 2006 tetap dapat diajalankan dengan adaptasi kegiatan baru, harapnya

Ketiga, GMKI khususnya wilayah III harus segera cepat melakukan perubahan-perubahan dengan cara menjadi pemuda yang resilien dan menjadi katalisator, serta harus produktif dan berkarakter agar dapat menjawab tantangan cita-cita  SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, yaitu pemgembangan SDM, persoalan HAM, ekologi, pluralisme, dan membangun ekosistem. Maka dari itu setiap cabang-cabang GMKI wilayah III diharapkan segera adatif dengan perkembangan teknologi digitalisasi yang sedang berkembang saat ini, baik itu dalam pendidikan kader, kebutuhan internal dan eksternal organisasi serta pengembangan potensi kader. tegasnya

Penutupnya, kita tahu Pandemi ini adalah masalah bersama,  semua sektor pasti terkena imbasnya. Ini adalah tantangan kita bersama, namun kita harus bisa memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan emas tanpa menghilangkan nilai-nilai dari GMKI itu sendiri yaitu integritas, spiritualitas dan profesionalitas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.