Agnes Mo Naik Daun, Netizen Indonesia Maha Benar

Sumber Foto: Kompas.com.

Oleh: Silvester Detianus Gea*

Seperti kita ketahui, netizen +62 adalah netizen paling heboh  ‘se-dunia’ terutama dalam menggosipkan dan mengurus urusan orang lain. Bahkan, kemungkinan mereka lebih mudah mengurus kehidupan orang lain daripada mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau sejenisnya.

Bagaimana tidak, terkadang tidak membaca ucapan seseorang dengan utuh, tetapi sudah disimpulkan terlebih dahulu. Atau belum membaca berita seutuhnya, tetapi sudah membuat kesimpulan dan mungkin penghakiman terhadap orang lain.

Begitu kira-kira yang terjadi dengan Agnes Mo yang menurut mereka telah menyangkal ke-Indonesia-annya. Namun, ucapan Agnes Mo ini tidak ada yang lebih tahu maknanya selain Agnes Mo sendiri. Oleh sebab itu, kesimpulan-kesimpulan yang dibuat oleh netizen bisa saja salah tanpa konfirmasi kepada Agnes Mo.

Mari sejenak kita melihat sisi baik jika seandainya Agnes Mo benar-benar menyangkal ke-Indonesia-annya. Jika Agnes Mo menyangkal ke-Indonesia-annya seharusnya netizenlah yang intropeksi diri. Selama ini apa yang anda sudah lakukan untuk mendukung Agnes Mo untuk memperkenalkan Indonesia di mancanegara? Atau anda sendiri salah seorang yang nyinyir karena Agnes Mo tampil seksi, tampil agak sedikit terbuka, seperti tuntutan tempat dimana dia berkarir?.

Jika netizen sendiri adalah tukang nyinyir dan tidak punya kontribusi untuk bangsa sendiri, lalu apa yang anda hakimi dari diri Agnes Mo?. Mungkin Agnes Mo menyangkal ke-indonesian-nya karena netizen Indonesia tidak pernah memberikan apresiasi atau dukungan padanya.

So, stop nyinyir, ngomong ini itu, karena belum tentu Agnes Mo yang salah, bisa saja netizen yang maha benar itulah yang tidak sadar diri. Meskipun ada pro-kontra itu hal biasa untuk menuju kedewasaan dalam bertindak dan berpikir. Sekian.

*Penulis adalah Wartawan Komodopos.com, penulis buku ‘Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal Suku Nias, dan buku ‘Mengenal Tokoh Katolik Indonesia :Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.