Pemkab Gunungkidul bangun sumur bor dukung produksi pertanian

Gunungkidul (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun sumur bor bagi Kelompok Tani Ngudi Rejeki Banaran Beji dan Ngudi Makmur di Kalurahan Kampung dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono di Gunungkidul, Selasa, mengatakan kebutuhan air pertanian di Kabupaten Gunungkidul sangat diperlukan oleh petani, sarana prasarana pendukung yang dapat dimanfaatkan agar meningkatkan antara lain sumur irigasi pertanian.

“Kami membangun sumur bor di Kalurahan Kampung dengan harapan produksi pertanian meningkat,” kata Raharjo.

Ia mengharapkan bantuan prasarana pertanian dipergunakan dengan baik, misalnya untuk suplesi kebutuhan air jika diperlukan. Pada musim kemarau harus ada pertanaman yang bisa diusahakan dengan adanya ketersediaan air. Misalnya untuk pengembangan cabai atau bawang merah atau palawija lainnya sehingga tidak ada lahan bera (peladangan berpindah).

“Dengan demikian ada pendapatan petani yang kontinyu. Selain itu, pendapatan petani meningkat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan sarana prasarana yang diperbantukan dimanfaatkan dengan baik.

Ia juga berharap petani dapat meregenerasi petani muda dan agar petani menyekolahkan anak setinggi mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, bupati berharap petani agar mengurangi biaya hidup yang kurang manfaat seperti hajatan, merokok, dan kebutuhan tersier lainnya namun agar menabung untuk pendidikan anak agar generasi selanjutnya lebih sejahtera.

“Kami menghargai profesi petani yang menjaga ketahanan pangan Gunungkidul, serta menjaga tingkat perekonomian Gunungkidul. Apabila ada kebutuhan sarana prasarana petani apakah benih dan lainnya agar dapat mengakses program program dinas,” kata Sunaryanta.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki Banaran Beji Suradi mengatakan jumlah anggaran yang diterimakan lewat anggaran pagu indikatif sektoral (PIS) Dinas Pertanian dan Pangan sebesar Rp96,62 juta dipergunakan untuk pengeboran sumur, pembelian pompa air, pembuatan bak air, instalasi listrik, pipa distribusi ke lahan yang semuanya dikerjakan oleh rekanan atau pihak ketiga, kelompok menerima hibah barang.

READ  Hardiansyah Muliang, pesepak takraw Makassar bercerita tentang China

Dengan adanya sumur irigasi pertanian para petani dapat membudidayakan sayuran dan hortikultura pada musim kemarau untuk peningkatan pendapatan petani.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan,” kata Suradi.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2024

Ikuti Madilog.id di google News

Business Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *