Pembajakan Lagu di Platform Musik Digital Kembali Marak, Naif hingga Mahalini Jadi Korban : Okezone Celebrity

JAKARTA – Kasus pembajakan lagu kembali marak di era digital saat ini. Modusnya diawali dengan kegiatan cover lagu, kemudian diunggah ulang ke Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify.

Banyak musisi Tanah Air pun menjadi korban pembajakan lagu dari oknum tak bertanggung jawab. Mereka diantaranya Rayen Pono, Naif, hingga Mahalini.

Mahalini sendiri sempat mengeluhkan adanya versi cover lagu Sial yang diunggah ke Spotify. Tak hanya itu, kredit lagunya pun diubah sedemikian rupa.

Menanggapi kasus pembajakan lagu tersebut, Franki Indrasmoro alias Pepeng eks Naif mengatakan kasus serupa memang kerap ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

Naif

Naif hingga Mahalini jadi korban pembajakan lagu di platform digital (Foto: Instagram/naifband)

“Belakangan ini sih memang sudah terdengar cukup banyak, jadi bukan cuma Mahalini doang. Dari The Fly juga, gitarisnya bilang ada lagu dia yang di-upload ke digital platform tapi judulnya diganti kalau nggak salah,” ujar Franki Indrasmoro saat dihubungi awak media baru-baru ini.

Pepeng yang kini menekuni kesibukan barunya sebagai publisher bersama Massive Music Entertainment bahkan menyebut Naif pernah menjadi korban pembajakan.

Beberapa karya mereka diunggah ke Spotify tanpa adanya izin terlebih dahulu.

“Di Massive juga ada. Waktu itu Naif juga pernah, ada dua album yang ada di Spotify dan digital platform lainnya. Jadi, Naif dulu punya album judulnya Let’s Go tahun 2008, nah album itu nggak ada di DSP, Spotify dan lain-lain,” ungkap Franki.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

READ  Politik kemarin, lembaga survei terdaftar hingga kampanye Pilpres 2024

Pelaku pembajakan juga pernah mencuri audio dari sebuah video penampilan Naif dalam sebuah acara yang diunggah ke YouTube. Audio itu kemudian diunggah lagi ke DPS sebagai objek pembajakan.

Franki sempat mengumumkan lewat media sosial terkait pembajakan karya Naif, namun tidak ada respons. Akhirnya ia meminta Massive Music Entertainment untuk menurunkan konten pembajakan tersebut.

“Ya gue cuma pengin kita ngobrol dan berbagi aja. Cuma pada saat itu nggak ada yang merespon, akhirnya 1 × 24 jam minta di-take down,” tuturnya.


Banner

Ikuti Madilog.id di google News

Business Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *