Virus Pembelahan Sosial

Gambar : Ilustrasi

Oleh: Dikson Ringo *)

Virus dalam ilmu biologis hanya dapat disembuhkan bila antivirus yang dibuat dari virus itu sendiri, virus yang sudah dilemahkan, istilah akademisnya direformulasi. Antivirus tanpa berasal dari virus pasti kurang mujarab. 

Siapa menemukan atau “menciptakan” virus lazimnya sudah menyiapkan atau lebih cepat membuat anti virus (Vaksin). Seperti ilmu kampung, sengatan lebah tawon justru bisa disembuhkan dengan cairan atau madu lebah tawon itu sendiri.

Mengamati situasi politik, strategi pecah belah partai politik menggunakan instrumen internal lebih efektif menjatuhkan kekuasaan atau seseorang dari jabatannya. Metode ini terjadi sejak jaman Hindia Belanda, orde lama, orde baru hingga orde (Pasca) Reformasi belakangan ini.

Terbelahnya Partai Golkar, PPP, Partai Berkarya dan Partai Demokrat. Saat ini pembelahan organisasi kepemudaan KNPI terjadi, yang sama-sama mengusung agenda Kongres Bersama dan di sisi lain Kongres Pemersatu. Pola yang sama mulai menjalar ke daerah.

Terlepas dari pelaku yang berbeda-beda dalam semua peristiwa tersebut tapi polanya hampir sama, diawali konflik internal dan diakhiri Kementerian Hukum & HAM RI atau pengadilan yang berkepanjangan.

Pasca pembelahan KNPI, Menteri Pemuda Olah Raga RI menyiapkan dana 20M untuk Kongres Bersama. Muncul wacana Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution menjadi kandidat Ketua Umum KNPI. 

Masyarakat dan elit politik memahami, KNPI sejatinya wadah candradimuka aktivis pergerakan mahasiswa/pemuda yang diinisiasi Kelompok Cipayung. Adakah hal serius hingga harus membelah KNPI yang sejatinya mitra pemerintah? 

Pembelahan sosial seolah pilihan kontrol publik dan gerakan masyarakat demi menjaga keseimbangan pendulum sosial. Kini, keseimbangan opini publik pun seringkali bergejolak, disebabkan influencer atau buzzer pendukung para pihak.

Bila virus pembelahan sosial menjadi pilihan strategi politik belakangan ini, apakah sutradaranya tunggal atau karena pembelahan sosial lebih efektif dibanding dialog sosial? Padahal dialog sambil makan-minum lebih menuntaskan masalah dan pembelahan sosial lebih sulit dipulihkan. 

 *) Pemerhati Kekuasaan/Jabatan, Ketua DPP KNPI Bid. Poldagri, Alumni Kelompok Cipayung Yogyakarta

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *