Presidium GeRah : Amin Rais Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan Dalam Wacana Amandemen Terbatas UUD 1945 Yang Sedang di Gulirkan

Foto : Presidium GeRah – Miartiko Gea

Jakarta – Presidium Gerakan Rakyat Anti Hoax (GeRah) Miartiko Gea mengatakan, Amien Rais bukanlah inisiator utama dari wacana amademen terbatas Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang tengah digulirkan saat ini. Hal itu menjawab tuduhan yang disampaikan aktivis demokrasi Sri Bintang Pamungkas, yang menuding ada campur tangan Amerika Serikat dalam perubahan (amandemen) kelima Undang-Undang Dasar 1945.

Pasalnya, kata Sri Bintang, pada masa awal reformasi, Menteri Luar Negeri AS Madeleine Albright bertemu dengan Amien Rais. “Saya kira tidak ada kaitannya pernyataan Sri bintang atas digulirkannya wacana amandemen terbatas UUD 1945. Amin Rais bukan inisiator amanden terbatas yang sedang bergulir ini, Amin Rais jangan bermimpi untuk menjadi pahlawan kesianganlah atas bergulirnya wacana amandemen terbatas UUD 1945 ini”, cukup saja saat reformasi bergulir tahun 1998 Amin Rais mengklaim diri sebagai bapak reformasi jangan terulang lagi kata Mico Gea sapaan akrabnya saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (22/9).

Menurutnya, wacana amandemen justru diinisiasi oleh MPR periode 2014-2019, yang memandang bahwa UUD saat ini perlu disempurnakan. Hal itu untuk menguatkan komitmen pembangunan nasional yang terintegrasi antara program nasional dan daerah dalam wujud Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), sehingga GBHN menjadi barometer atau acuan pencapaian pembangunan Nasioanl dari berbagai aspek.

“Wacana amademen terbatas yang digaungkan MPR RI adalah dalam upaya menjauhkan Indonesia dari liberaliasasi politik yang terjadi saat ini. Cita- cita dari wacana amandemen terbatas adalah upaya untuk menjauhkan Indonesia dari liberalisasi politik, yang sangat menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa yang gotong royong ini,” ujarnya.

Dikatakan, wacana amandemen juga menyasar pada pembentukan nation and character building, yang selalu diimpikan oleh Bung Karno. Sementara itu, mengenai dugaan bahwa Amien Rais sebagai agen USA dalam pentas politik nasional, maka itu hal yang berbeda.

“Bahwa pernyataan Sri Bintang tentang Amien Rais sebagai agen USA dalam pentas politik nasional, bisa di terima oleh logika,” sebut aktivis Gerakan Muda Ono Niha (GEMONI).

Karena dalam beberapa peristiwa politik nasional belakangan ini, dia menilai Amien Rais cenderung menunggangi aksi-aksi yang bertujuan mengganggu stabilitas politik, ekonomi, hukum dan sosial budaya nasional. Oleh karena itu, dia menegaskan perlunya kehati-hatian dalam amademen terbatas tersebut.

“Sebab, jika MPR RI dan segenap elemen bangsa salah langkah, maka wacana perubahan amandemen ini ibarat membuka kotak pandora. Bisa disusupi oleh kepentingan-kepentingan lain atau ideologi transnasional, yang bisa menjadi bencana nasional,” tegasnya. (Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.