Preseden Buruk Ketua MK Hadiri Kongres KNPI

Jakarta, Madilog.id – Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) Anwar Usman menghadiri Kongres XVI Pemuda/KNPI kubu Haris Pertama yang bertempat Badiklat di Sofifi, Maluku Utara.

Kehadiran Ketua MK itu menjelaskan bahwa Anwar Usman kurang memahami aturan dan mekanisme di KNPI. Karena legalitas dan kedaulatan Kongres KNPI berada ditangan OKP yang menjadi anggota KNPI. Semestinya Ketua MK menunjukkam kesadaran dan tradisi taat pada aturan bukan sebaliknya.

Contoh yang ditunjukkan Anwar Usman menunjukkan keraguan atas kapasitas dan integritasnya sebagai petugas negara dalam menegakkan konstitusi, ujar Wera Putra Papua.

Kongres XVI Pemuda/KNPI di Hotel Sultan Jakarta, tgl 8-10 April 2022 telah memilih secara aklamasi Muh. Ryano Panjaitam sebagai Ketua Umum KNPI. Kongres itu dihadiri 191 OKP pemilik suara yang berhimpun di KNPI.

OKP yang tidak hadir di Kongres di Hotel Sultan justru menghadiri Kongres di Sofifi, Maluku Utara dan hanya berjumlah 35 OKP. Sesuai mekanisme di AD/ART KNPI bahwa sahnya Kongres KNPI harus dihadiri 50+1 OKP pemilik suara, tambah Borut pengacara muda dan aktivis KNPI.

Ketua MK Anwar Usman justru merusak kultur taat aturan. Semestinya dia menunjukkan ketaatan terhadap aturan hukum. Bukan menunjukkan perilaku melanggar aturan dan merusak kultur taat konstitusi.

Karena itu publik dan kalangan aktivis kepemudaan prihatin dengan apa yang dipertontonkan Anwar Usman tersebut. Perilakunya tidak menunjukkan penguatan kultur taat konstitusi sebagaimana tugasnya di Mahkamah Konstitusi RI, tegas Dikson, mahasiswa hukum UKI yang pernah dibesarkan di Solo itu. Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *