Hardiansyah Muliang, pesepak takraw Makassar bercerita tentang China

Jakarta (ANTARA) – Sebagai olahraga tradisional yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, sepak takraw kerap dipertandingkan oleh negara-negara serumpun Asia Tenggara.

Adalah Muhammad Hardiansyah Muliang, seorang atlet sepak takraw Indonesia yang berusia hampir 30 tahun dan lahir di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, tempat sepak takraw sangat populer.

Tidak saja banyak warga Makassar menggemari olahraga ini, sistem kompetisi sepak takraw di kota tersebut pun terdiri dari beberapa level.

Orang tua Muliang gemar bermain sepak takraw, dan Muliang telah mulai mengenal olahraga ini sejak usia 10 tahun.

Perlahan-lahan, dia pun mengawali perjalanannya untuk menjadi seorang pemain profesional. “Atmosfer sepak takraw di kampung halaman saya sangat kental,” tutur Muliang, seraya menambahkan bahwa sebelum menjadi pemain tim nasional, dia mengikuti latihan dengan bantuan teman-teman sekelas dan gurunya sejak sekolah dasar.

Sedikit demi sedikit, bakat Muliang pun mulai terlihat.

Pada 2018, Muliang mewakili tim nasional Indonesia untuk pertama kalinya di ajang Asian Games ke-18 yang digelar di Jakarta. Dalam keikutsertaannya itu, Muliang untuk pertama kalinya melihat banyak pemain sepak takraw papan atas dari seluruh dunia berkumpul untuk bertanding di ajang Asian Games.

“Saya sangat antusias, dan untuk pertama kalinya saya merasa sepak takraw telah menghubungkan saya dengan dunia yang luas,” kata Muliang.

Pada 2019, Muliang melakukan perjalanan pertamanya ke China, dan tiba di Kota Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, bersama tim nasional sepak takraw Indonesia untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Sepak Takraw Asia yang digelar di Kunming.

Deretan bangunan yang indah dan layanan penuh perhatian yang diberikan oleh penyelenggara acara di kota itu membuat Muliang sangat terkesan.

READ  Sekolah Gratis Nyatanya "Tidak Gratis"

“Iklim di Kunming sangat bagus, dan kotanya sangat cantik, terutama gedung-gedungnya yang sangat megah. Staf layanan acara juga sangat ramah kepada kami, dan saya merasa sangat tersentuh!” ujar Muliang, seraya menambahkan bahwa pengalaman itu memberinya impresi yang konkret, nyata, dan indah tentang China.

“Sebelum saya tiba di China, saya tidak tahu banyak mengenai China,” kata Muliang.

Tahun 2023 ini, empat tahun setelah kunjungan pertamanya, Muliang datang ke China untuk kedua kalinya dalam rangka mengikuti Asian Games ke-19 yang diselenggarakan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur.

“Saya dan rekan-rekan satu tim berpartisipasi dalam kompetisi sepak takraw di Kota Jinhua, Zhejiang, yang merupakan salah satu kota penyelenggara Asian Games. Kami tinggal di sana selama sekitar setengah bulan dan saya merasa sangat nyaman,” tutur Muliang.

Dia menambahkan bahwa ketika kembali ke China empat tahun kemudian, dia menemukan sisi China yang lebih modern di Jinhua, dengan gedung-gedung pencakar langit yang lebih megah, barang-barang yang beragam, perjalanan sehari-hari dan transaksi bisnis yang nyaman, serta makanan yang lezat.

“China telah berkembang dengan pesat, dan setiap kali Anda datang ke China, Anda dapat melihat kejutan yang berbeda,” ujar Muliang.

Kunjungan ke Huishui merupakan kunjungan Muliang yang ketiga kalinya ke China.

Di wilayah kecil berpopulasi sekitar 480.000 jiwa ini, dengan kelompok etnis minoritas mencapai lebih dari 60 persen, Muliang juga menemukan banyak kejutan serta wajah baru dari pembangunan China.

“Di wilayah Huishui, kita masih dapat melihat gedung-gedung bertingkat, jalanan yang rapi, dan keramaian yang tak ada habisnya, yang membuat saya sangat terkesan,” tutur Muliang, yang juga sangat tersentuh oleh kepedulian pemerintah daerah serta dorongan semangat dari warga setempat.

READ  GAMKI: Penghapusan Diskriminasi Rasial adalah Kata Kunci Dialog Papua Jakarta, Pemerintah Harus Membentuk Kembali Unit Kerja Khusus untuk Papua

“Saat ini musim dingin, dan suhu di sini relatif rendah. Ketika kami tiba di sini selama dua hari pertama, pemerintah setempat dengan penuh perhatian membagikan mantel hangat kepada kami,” ucap Muliang, seraya menambahkan bahwa selama pertandingan, penonton lokal juga tampak sangat antusias.

Mereka tidak hanya bertepuk tangan dan bersorak sorai untuk mengapresiasi penampilan luar biasa dari para pemain, tetapi juga antusias berfoto dengan para pemain usai pertandingan, sehingga membuat pemain merasa disambut hangat.

“Di masa mendatang, jika saya tidak bisa datang ke China untuk berpartisipasi dalam kompetisi sepak takraw, saya harapkan bisa sering datang ke China untuk berkunjung,” kata Muliang, seraya menambahkan bahwa masih banyak tempat yang penuh kejutan di China yang menantinya untuk dijelajahi dan diapresiasi.

Pewarta: Xinhua

Ikuti Madilog.id di google News

Business Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *