Tantangan Pendidikan Indonesia untuk Membangun SDM Premium

Foto : Yupiter Gulo

“Saya optimis maju, saya optimis setara. Dengan SDM premium, saya optimis generasi muda dan milenial akan mampu bersaing dan eksis di dalam kompetisi global”,  Jokowi

Pemilu 2019 hampir rampung dan Joko Widodo dan Ma’aruf Amin telah ditetapkan oleh KPU sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih buat Republik Indonesia periode 2019-2024, dan akan efektif bekerja setelah di lantik pada bulan Oktober 2019 dengan Kabinet Kerja Jilid II yang sedang di susun dan di tunggu oleh masyarakat dengan penasaran yang sangat tinggi.

Susunan kabinet kerja periode kedua Joko Widodo akan menjadi indikator dari seberapa kuat dan hebat tim kerja yang dibangun oleh Jokowi dan Maaruf Amin untuk membuktikan mewujudkan semua janji-janji politik yang sudah di ungkapkan selama masa kampanye ketika berlangsung seri acara debat Capres 2019.

Apakah struktur kabinet kerjanya masih seperti periode pertama atau ada perombakan yang mendasar, serta siapa saja para Menteri yang membantu Presiden dan Wakil Presiden akan menjadi pintu probabilitas tingkat keberhasilan yang akan di capai selama lima tahun kedepan. Artinya pula, akan menjadi petunjuk apakah menjadi beban yang menghambat perwujudan mimpi-mimpi serta janji-janji politik Jokowi dan Ma’aruf selama satu periode.

Membangun SDM Premium
Seperti di ketahui bahwa pembangunan infrastruktur yang masif menjadi landasan membangun Indonesia pada periode pertama. Pada periode kedua, Jokowi akan memberikan perhatian yang lebih besar pada pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia.

Ketika menjabat sebagai Presiden Indonesia, Jokowi mempunyai mimpi kualifikasi Indonesia  2015 – 2045 yang memenuhi kriteria berikut :

  1. SDM Indonesia yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia.
  2. Masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, budaya, religius dan nilai-nillai etika.
  3. Indonesia menjadi pusat pendidikan teknologi dan peradaban dunia.
  4. Masyarakat dan Aparatur pemerintah yang bebas perilaku korupsi.
  5. Terbangun infrastruktur merata di seluruh Indinesia.
  6. Indonesia menjadi negara mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik.
  7. Indonesia menjadi barometer pertumbuhan dunia.

Dalam sebuah acara yang diadakan, Jokowi menegaskan bahwa langkah kepemimpinan selanjutnya yang akan dikerjakan adalah membentuk sumber daya manusia (sdm) unggulan atau premium (cnnindonesia.com).

“Dan akan terus kita tingkatkan hingga mencapai Rp100 triliun dana abadi ini dalam waktu lima tahun ke depan,” kata Jokowi saat memberikan pidato kebangsaan dalam Konvensi Rakyat, di SICC, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2).

Keyakinan bahwa hanya dengan SDM yang memiliki kompetensi unggul yang mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik, maju, dan berkembang seiring dengan dinamika dunia dan global dalam revolusi industri serta era disrupsi inovasi teknologi. Tujuan pembangunan hanya mungkin bisa di capai apabila kualitas manusia yang mengerjakannya memenuhi kualifikasi premium.

Membentuk manusia Indonesia yang memiliki kualifikasi premium akan berhadapan langsung dengan proses pendidikan, pelatihan, penelitian, coaching, vokasional serta interaksi, integrasi serta koneksitas dengan dunia usaha dan dunia industri (Dudi).

Badan ekonomi kreatif nasional yang selama ini menggarap, mendorong dan mengembangkan habis-habisan berbagai usaha rintisan atau star-up business menjadi bentuk konkrit dari upaya membangun SDM Premium. Wilayah ini yang menghasilkan ribuan usaha baru, hingga mencapai level Unicorn Indonesia yang sangat tangguh.

Peranan dari lembaga pendidikan, untuk semua level akan memiliki peran dan tanggungjawab besar dalam mewujudkan pembentukan sumber daya manusia berkualitas premium yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri. Memang, kemudian yang menjadi pertanyaan kritis adalah seberapa siapa lembaga-lembaga pendidikan untuk mengerjakannya lima tahun kedepan?

Walaupun tidak sangat berlebihan, akan tetapi bagian APBN yang menjadi porsi wilayah pendidikan akan memadai untuk menjadi penggerak upaya menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berkualitas premium.

Periode Premium
Strategi dan pendekatan pembangunan Indonesia yang di pilih oleh Jokowi selama periode pertama merupakan terobosan bahkan revolusioner  jika di banding dengan semua presiden sebelumnya, yaitu membangun Indonesia dari pinggir, dari pulau-pulau terluar dan bukan lagi dari tengah atau dari Jawa, apalagi yang disebut jawa-centris sama sekali bukan gaya seorang Presiden Jokowi.

Strategi ini merupakan terobosan yang memberi dampak besar bagi pembangunan Indonesia. Sebab, selama ini, pertumbuhan dan kemajuan pembanguan lebih banyak di nikmati oleh wilayah tengah Indonesia, Jawa dan kota-kota besar lainnya.  Sementara wilayah pinggir, pulau-pulau terluar, praktis menjadi kantong-kantong keterbelakangan, miskin dan jauh dari pemerataan hasil pembangunan yang berarti.

Perhatian membangun Indonesia dari pinggir sungguh nyata selama 5 tahun pertama, dan wajah negeri ini menjadi berubah sangat drastis. Amati misalnya, daerah-daerah perbatasan dengan negara tetangga, daerah-daerah terisolir dan tak terjangkau menjadi terbuka terang benderang.

Dipastikan strategi dan pendekatan ini akan berlanjut pada periode kedua kepemimpinan Jokowi dengan Ma’aruf Amin. Dan karenanya ini menjadi periode premium dan sekaligus sebagai peluang emas bagi daerah, wilayah atau kabupaten-kabupaten yang berada pada garis pulau pulau terluar, seperti antara lain kepulauan Nias, kepulauan Mentawai, wilayah NTB dan NTT, terus ke Papua, sejumlah wilayah pulau di Ambon, hingga Sangihe Talaud dan Morotai, dan seterusnya.

Oleh karena wilayah-wilayah yang termasuk pulau-pulau terluar akan menjadi perhatian signifikan pembangunan yang akan dikerjakan 5 tahun kedepan, maka ini menjadi peluang emas daerah ini untuk dimanfaatkan secara optimal.

Peluang Emas
Mewujudkan mimpi Presiden Jokowi untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kualifikasi premium akan mengikat semua program yang akan di lakukan 5 tahun ke depan.

Di rangkum dari berbagai sumber pemberitaan di media daring, ada sejumlah program yang sudah di janjikan oleh Presiden Jokowi pada periode kedua, antara lain :

  1. Komitmen anggaran bidang pendidikan sebesar 20% dari APBN setiap tahun akan menjadi komitmen kunci yang sangat penting untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia.
  2. Dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia, akan di lakukan dengan terus mengembangkan dana abadi pendidikan dan penelitian, yang hingga saat ini telah mencapai angka Rp 66 triliun, dan ditargetkan akan mencapai 100 triliun rupiah  dalam waktu 5 tahun kedepan, hingga tahun 2024.
  3. Secara khusus akan tersedia dana abadi bagi perguruan tinggi yang terbaik  di Indonesia yang masuk dalam kategori peringkat dunia, pada tahun 2020 dana 10 triliun rupiah sudah tersedia.
  4. Jaminan pendidikan dan KIP-Kuliah. Ini merupakan salah satu program unggulan Jokowi pada periode pertama dan akan diteruskan pada periode kedua sebagai jaminan pendidikan anak Indonesia melalui Kartu Indonesia Pintar, yang sudah 18,7 juta siswa terjangkau manfaatnya. Antara lain, ada sekitar 1 juta mahasiswa dari keluarga miskin mendapat beasiswa.”Kartu Indonesia Pintar yang sekarang hanya sampai di SMA, akan kita jadikan sampai kuliah. Artinya, Kartu Indonesia Pintar Kuliah ini akan membantu biaya pendidikan. Membantu biaya Pendidikan dari anak usia dini hingga kuliah dengan kartu ini” – Jokowi
  5. Mempermudah usaha bagi generasi muda. Dengan jumlah sekitar 80 jutaan anak-anak muda yang termasuk dalam generasi milenial, perlu di fasilitas kemudahan usaha generasi ini, dengan mendorong unicorn baru tercipta. Ada program digital scholarship untuk 1000 orang di tahun 2018. Dan satu tahun kedepan di 2020 akan ditargetkan 20.000 akan mendapatkan beasiswa khusus.
  6. Fasilitas kartu pra-kerja. Fasilitas bagi pencari kerja agar bisa memiliki kesempatan mengikuti pelatihan vokasi yang bisa langsung mendapatkan pekerjaan. Sebuah fasilitas yang mendorong setiap orang untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
  7. Akses internet cepat. Sebuah mimpi yang sangat menantang, yaitu bagaimana agar semua rakyat Indonesia bisa memiliki akses internet yang cepat, sebagai implementasi dari demokrasi teknologi agar negeri ini tidak ketinggalan jauh dengan negara lainnya. Karenanya sudah program Satelit Nusantara Satu. Akan menjadi instrumen membangun dan mengembangkan bisnis berbasis aplikasi, internet dan teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan sejumlah fakta dan janji Jokowi untuk menjalankan periode kedua sebagai orang nomor satu di negara yang kaya dengan keragaman ini, seharusnya setiap wilayah, daerah, kabupaten di seluruh Indonesia, tidak ada alasan untuk tidak maju dan berkembang. Artinya, kesempatan sudah ada, peluang sudah di buka, dan harus di ambil, dikerjakan, di kawal agar mimpi Indonesia maju bisa diwujudkan.

Tantangan bagi Daerah 

Seberapa efektif dan bermanfaat semua program pembangunan yang di tawarkan oleh Presiden bagi perubahan dan kemajuan pembangunan di daerah dan wilayah-wilayah terluar dan pinggir terjadi?

Jawabannya sangat tergantung dari kesiapan, kesanggupan, kemampuan setiap daerah untuk mengambil dan mengerjakannya. Perbedaan kemajuan yang dicapai oleh setiap kabupaten dan kotamadya terletak pada kemampuan Manajemen dan Kepemimpinan dari aparat di setiap daerah.

Nampaknya, tantangan ada di dalam manajemen dan kepemimpinan para Bupati dan Walikota. Kualitas seorang bupati/walikota akan menjadi penentu apakah semua fasilitas yang pembangunan yang sudah disediakan oleh Presiden bisa di kembangkan atau malah menjadi beban dan penderitaan bagi daerah.

Dengan mengasumsikan semua memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang mumpuni, maka seharusnya yang di kerjakan oleh setiap Bupati/Walikota adalah membangun road-map yang menjadi panduan pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.

Road-Map, atau semacam Master Plan wilayah, menjadi sumber utama bagi perjalanan kemajuan di daerah masing-masing. Tidak saja penentu arah yang dituju, tetapi juga sekaligus sebagai alat untuk melakukan koreksi dan pengembangan bila ada penyimpangan terjadi.

Membangun SDM Premium di setiap kabupaten/kota akan menjadi pengikat semua program pembangunan baik untuk jangka pendek dan terutama untuk jangka panjang, masa depan masing-masing wilayah.

Dengan roap-map dan master plang pembangunan SDM Premium, akan mendorong pengelolaan sumber daya yang dimiliki menjadi efisien dan efektif. Karena akan terhindar dari kebiasaan pemborosan sebab tidak mendukung pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.

Mengacu pada sebuah Grand Design Pengembangan SDM ASN Indonesia 2019-2024, maka kualifikasi SDM berkelas dunia adalah :

  • Memiliki integritas
  • Nasionalisme
  • Mempunyai Wawasan Global
  • Kemampuan teknologi informasi
  • Menguasai bahasa asing
  • Kompetensi hospitality
  • Kemampuan ber networking
  • Memikiki spirit entepreneurship

Dengan pendekatan knowledge management (KM) akan menolong ASN dan pelaksana birokrasi  di setiap kabupaten/kota akan mengalami proses pembelajaran yang cepat, praktis dan efisien.

Penulis : Yupiter Gulo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *