Perundingan Adalah Solusi Masalah Untuk Konflik Di Papua

Penulis : Orgenes Asmuruf (Aktifis dan Pengamat Politik Papua)

Baru saja Ketua KOMNAS HAM bertemu dengan Presiden Jokowi dan juga Panglima TNI untuk menyampaikan bahwa masalah di Papua, tidak bisa di selesaikan dengan cara perang.

Akibat dari perang itu sendiri adalah pelanggaran HAM, yang terus saja terjadi. Korban nyawa pun tidak bisa terhindarkan baik dari pihak TNI, POLRI tapi juga dari pihak TPNPB dan masayarakat sipil.

Pelebelan teroris oleh pemerintah terhadap KKB hanya memperpanjang persoalan di Papua, dan menimbulkan kontrafersi dari beberapa kalangan yang menaruh simpati kepada persoalan di Papua

Persolan Papua hingga kini belum ada solusi yang baik, karena pendekatan militer yang terus di lakukan, sehingga menimbulkan trauma yang berkepanjangan dari masyarakat Papua itu sendiri.

Melalui KOMNAS HAM menghadap Jokowi untuk mencari alternatif penyelesaian Papua, dengan jalan perundingan atau dialog. Selama ini perundingan tidak di lakukan anatara kedua pihak

Perundingan seakan menjadi hal yang tabu bagi pemerintah Indonesia. RI merasa alergi jika hendak berunding dengan OPM, padahal Indonesia pernah berunding dengan GAM di Helsinki Finlandia.

Jika pemerintah Indonesia tidak mau berunding dengan TPN OPM maka persoalan di Papua tetap tidak akan selesai dengan cepat. Jika masing-masing mepertahankan ego, maka korban akan terus berjatuhan di kedua bela pihak.

Rupanya Jokowi sudah ada niat dan juga panglima TNI untuk membuka ruang diolog bagi orang Papua, dan khusus bagi pejuang Papua yang berjuang di dalam dan Luar Negeri.

TPN OPM dan sayap-sayap perjuanganya harus duduk bersama satu meja yang di di fasilitasi oleh pihak yang indenpenden agar perundingan itu segera di laksanankan. Jika telah terjadi kesepakatan maka semua harus komitmen menjalankanya.

ULMWP dan sayap perjuangan yang lainya jangan di lupakan dalam mengikutsertakan untuk perumdingan, sebab jika tidak maka hal itu akan menjadi masalah untuk kedepanya.

Pemerintah jangan lagi melibatkan kelompok yang selama ini Pro terhadap NKRI untuk berunding, sebab mereka ini bukan kelompok yang bertikai, jadi baiknya kelompok yang bertikai atau bersebrangan itulah yang di ajak untuk berunding.

Semoga niat baik dari Jokowi dan panglima TNI untuk berunding, bisa segera terwujud, dan hasil dari perundingan itu menjadi komitmen bersama untuk di laksanakan. Red/Mdl Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.