Jembatan Huni Panimbang Jaya Nyaris Ambruk; Ekonomi Warga Terganggu

Banten, Madilog.id – Jembatan Huni merupakan jembatan penghubung Kampung Huni Masjid dan Kampung Babakan Kiara berlokasi di Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk. Hal ini disampaikan Abdul Ruslan salah seorang aktivis di Kecamatan Panimbang kepadaawak media, Rabu (14/04/21).

Menurut Ruslan, kondisi jembatan penghubung itu dibiarkan rusak parah hingga harus menunggu ambruk dan mungkin harus ada korban dulu, sehingga bisa cepat diperbaiki oleh Pemkab setempat.

“Gelagar besi penopang utama jembatan itu pun sudah keropos. Menurut Kepala Desa pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan lewat Musrenbangdes dan kabupaten, tetapi belum ada realisasinya,” kata Ruslan dengan nada kesal.

Dijelaskan Ruslan, bahwa jembatan yang dibangun sekitar tahun 2006/2007 tersebut merupakan urat nadi perekonomian bagi masyarakat sekitar. Terlebih di Kampung Huni Masjid terdapat pabrik beras yang menjadi Mitra Petani dalam menyerap padi hasil panen kawasan Panimbang dan sekitarnya.

“Keberadaan perusahaan pengelolaan beras dengan Badan Hukum PT Huni Agro National Pangan Indonesia saat ini sangat membantu petani, terlebih saat pandemi Covid 19, dimana sektor perdagangan mengalami kelesuan yang hebat. 

“Tetapi dengan beroperasinya PT Huni Agro National Pangan Indonesia, beras petani dapat terserap secara optimal,” terangnya.

Direktur utama PT Huni Agro National Pangan Indonesia, Akhmad Iman mengatakan keprihatinannya terhadap kondisi jembatan Huni dan ruas jalan menuju pabriknya. 

Akhmad Iman berharap perhatian pemerintah agar jembatan tersebut diperbaiki sehingga dapat dilewati armada dengan tonase 10 ton. Menurut Akhmad Iman, saat ini para awak angkutan hanya berani membawa padi dengan bobot 5 ton.

Hal senada disampaikan Karta, mantan ketua RT 003 Kampung Huni Masjid.

“Kondisi jembatan dan jalan di lingkungannya sangat memerlukan perhatian dari pemerintah, untuk meningkatkan ekonomi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya singkat.

Penulis: Dede

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *