DPD MUKI Kota Gunungsitoli Memohon TNI-AD Memberikan Penjelasan Resmi Kepada Masyarakat Terkait Kematian Serda Iman Berkat Gea

Foto : Agust Zega Ketua DPD Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kota Gunungsitoli.

Gunungsitoli, Madilog – Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar di masyarakat luas, baik melalui media sosial maupun lisan yang diperbincangkan oleh masyarakat terkait kematian Serda Berkat Iman Gea, Anggota TNI Yonif 122/TS pada tanggal 5 Novrmber 2019 di Dolog Masihul, Serdang Bedagai dan dikabarkan meninggal dunia akibat dari latihan beladiri militer tarung derajat maka untuk hormonisasi informasi DPD MUKI Kota Gunungsitoli memohon kesedian TNI-AD memberikan penjelasan resmi sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan citra TNI-AD sebagai institusi militer manunggal bersama rakyat tetap baik bahkan semakin lebih baik lagi, demikian disampaikan oleh Agust Zega Ketua DPD Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kota Gunungsitoli.

“Simpang siurnya informasi yg berkaitan kematian prajurit TNI ini termasuk ketidakpuasan keluarga duka baiknya direspon positip oleh TNI secara khusus oleh Satuan asal yang bersangkutan, jangan ada yang disembunyikan mengingat bahwa era keterbukaan informasi sudah lama dilaksanakan oleh TNI itu sendiri. Jika hal ini dibiarkan maka saya menduga akan ada 2 fenomena yang mungkin terjadi yaitu turunnya animo pemuda dan orangtua di Kepulauan Nias untuk mendorong anak-anaknya berkarir di militer, selanjutnya citra TNI yang sedang baik dan berada dititik puncak kepuasaan masyarakat akan turun karena ketertutupan dan ketidak akuratan informasi yang disampaikan kepada publik” kata Agust Zega.

“Saya percaya bahwa Pimpinan TNI akan memberikan atensi positip untuk mengungkap kematian yang bersangkutan, trust atau kepercayaan itu mesti dijaga sebab jika tidak maka TNI-AD akan mengalami degradasi kepercayaan dari masyarakat itu sendiri sementara TNI selalu mengkampanyekan kehadiran mereka ditengah-tengah masyarakat, saya himbau masyarakat luas termasuk gereja-gereja berdoa buat keluarga duka dan TNI-AD itu sendiri sebab doa kita semua akan memberikan keberanian bagi Pimpinan TNI untuk mengusut, menuntaskan keanehan dan kejanggalan kematian yang justru berasal dari pihak keluarga duka itu sendiri, ketuntasan yang berkeadilan walaupun menyakitkan akan membuat semua pihak menerima apa yang telah terjadi, merefleksi apa yang telah terjadi dalam kegiatan latihan-latihan TNI tersebut untuk perbaikan dimasa mendatang, sangat disayangkan apabila dalam suatu latihan beladiri nyawa bisa hilang” dikatakan Agust Zega mengakhiri pembicaraan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *