“Seakan Bangun Dari Tidur Lama” Akibat Tulisan Seorang Aktivis Muda Dari Pulau Nias Menuai Pro & Kontra

Penulis : Akhimawati Zendrato / Umbu Channel
Penggiat Sosial Media Asal Nias

Harapan saya, masyarakat Nias khusus nya Nias selatan lebih cerdas dalam menanggapi program mulia dari sang pendakwah, saya percaya masyarakat dan juga tokoh-tokoh hebat dari Nias selatan mampu memberikan solusi demi harga diri nenek moyang kita.

Madilog.Id – Dalam video berdurasi kurang lebih 3 menit 7 detik, saya tidak menemukan sebuah kesalahan. Betapa sang pendakwah menjelaskan misi nya dengan sangat terstruktur. Saya bisa katakan bahwa ia merasa terbeban atas kemiskinan yang terjadi di Nias selatan sehingga tidak sedikit orang Nias selatan enggan menikah karena tidak sanggup membayar adat, bahkan mereka ada yang sudah usia 40 tahun tetapi belum menikah.

Saya pribadi tidak menyalahkan misi kemanusiaan yang dilakukan oleh siapa pun itu, dari suku mana pun, agama apa pun. Termasuk seorang pendakwah yang saat ini menjalankan program nya di Nias selatan, buat saya misi nya sangat mulia, terlebih ia sendiri menjalankan misi ini dengan terlebih dahulu melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh adat setempat, bukan kah program ini tersistematis dan terstruktur?

Namun saya sendiri tidak tau apa kah bangunan seperti rumah mualaf sudah mendapatkan persetujuan warga setempat dan juga IMB dari pemerintah, tentu saja ini adalah tugas Pemda dan tidak lepas dari hasil musyawarah warga setempat. Sebagai orang yang tidak punya wewenang dalam mengurus urusan warga Nias selatan kita hanya bisa menonton sekaligus mengambil sebuah pelajaran dan juga beropini.

Foto Viral Pendakwah di Nias Selatan

Yang ingin disoroti dalam hal ini adalah :

1. Kemiskinan
2. Keimanan
3. Hamba Tuhan
4. Tokoh Adat dan
5. Pemerintah

Kemiskinan
Apakah pemerintah daerah Nias selatan tidak sanggup menciptakan lapangan kerja buat warga nya? Sehingga harus ada pihak lain yang turun tangan untuk membuka lapangan kerja dengan embel-embel yang lain? Bila misi ini sampai terjadi maka saya pribadi menganggap, Pemerintah telah gagal!!! Tidak sanggup kah Pemerintah Nias selatan membuka sebuah pabrik ikan kaleng misal nya padahal SDA nya memadai, tidak sanggup kah Pemerintah membuat kandang ayam untuk warga nya? Atau pemerintah sudah kehabisan ide dalam memutus rantai kemiskinan yang terjadi di wilayah nya? Atau sebalik nya tidak ingin pusing karena fokus nya terbagi?

Keimanan
Sebagai orang beriman dan beragama, tidak mungkin dengan mudah iman nya barter pada hal duniawi, iman barter dengan ayam petelor. Kencangkan ikat pinggang kawan, disinilah iman anda di uji. Saya setuju bila dalam proses pencarian anda tentang Tuhan dan kebenaran akhir nya membawamu ke sebuah pilihan yang anda anggap terbaik dan tepat maka silahkan saja, orang lain tidak perlu jadi hakim atas pilihan hidup seseorang. Akan tetapi jika anda menukar iman anda dengan seekor ayam petelur hanya karena alasan kemiskinan, hati saya pun menangis terlebih hati Tuhan.

Hamba Tuhan
Saya pribadi mempertanyakan peran hamba-hamba Tuhan yang ada di Nias selatan, sudah kah anda melakukan tugas nya sesuai amanat agung Tuhan Yesus? Atau anda hanya diam di rumah dan merasa dengan khotbah di mimbar seminggu sekali sudah cukup, sampai anda menganggap bahwa pelayanan anda merupakan sebuah rutinitas semata, bukan lagi karena panggilan dan tanggung jawab. Sudah kah anda mengunjungi rumah-rumah mereka yang dianggap miskin? Sudah kah anda melakukan pendampingan, penginjilan, pendekatan rohani, sehingga walau mereka miskin tapi iman mereka benar-benar bertumbuh dengan baik dan tidak mudah bertukar iman oleh tawaran duniawi, tidak dengan mudah barter iman dengan ayam petelor.

Tokoh Adat
Siapa pula tokoh adat yang bisa menjelaskan dan mengklarifikasi informasi yang beredar ini agar tidak menimbulkan kegaduhan dan opini liar. Bagaimana bentuk pendekatan yang dilakukan oleh pendakwah dari kaum seberang, sehingga dengan mudah menyetujui misi mulia mereka? Adakah tokoh-tokoh adat melakukan musyawarah dengan pihak-pihak terkait?. Kita tidak dapat mengintervensi langkah seseorang dalam memutuskan acara pernikahannya akan dibuat seperti apa. Ada yang menikah secara adat nasional, ada yang menikah tanpa acara adat, ada yang memilih menikah cukup di gereja dan catatan sipil saja lalu ada pula yang menikah secara adat Nias. Tentu hal ini adalah pilihan, kita harus hargai dan tidak boleh kita hakimi apalagi mengintervensi urusan dapur nya. Namun untuk kasus yang satu ini menurut saya perlu adanya penjelasan dari tokoh adat setempat, karena sifat nya menyangkut kepentingan umum. Masyarakat Nias perlu tau agar tidak menimbulkan berbagai praduga.

Pemerintah
Pemerintah sedang sibuk apa saat ini? Sudah seharus nya Pemerintah daerah mana pun memberikan ketegasan terhadap hal-hal yang melanggar aturan, dan jangan kalah pada masyakarat. Kebenaran yang di jamin oleh undang-undang, sifat nya mutlak. Mengapa Pemerintah masih kalah pada segelintir orang? Terdapat banyak rumah ibadah salah satu nya Gereja tempat saya beribadah sampai sekarang belum terealisasi pembangunan nya padahal sudah mengantongi izin dari Pemerintah setempat. Apakah Pemerintah pandang bulu dalam hal pembangunan manusia dan juga pembangunan rumah ibadah? Bukan kah semua agama di Indonesia punya peran yang sama dengan yang lain atas kemerdekaan negara Republik Indonesia?

Iman dan kepercayaan adalah privasi masing-masing orang. Kita tidak dapat mengintervensi kepercayaan siapa pun, saya pribadi adalah orang yang menghargai sebuah pilihan atau perbedaan, walau pun saya sendiri masih merasa terdiskriminasi oleh pihak-pihak yang mengaku mayoritas. Begitu banyak kasus intoleransi yang menimpa kaum saya, kita merasakan dan menyaksikan bagaimana kaum minoritas di perlakukan semena-mena oleh mereka yang mengaku mayoritas. Salah satu gereja BNKP yang sudah beroperasi puluhan tahun, sudah punya lahan sendiri tanpa mengganggu aktifitas warga sekitar, sudah mengantongi izin dari Pemerintah, sudah mendapatkan persetujuan warga, akan tetapi oleh karena provokasi kelompok-kelompok radikal hingga saat ini bangunan gereja tidak dapat berdiri. Kehadiran Pemerintah ternyata bukan solusi atas terjadi nya diskriminasi dan kekerasan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Lalu pada siapa lagi kita harus percaya?

Saya pernah mendengar salah satu bentuk diskriminasi paling sadis adalah ketika sebuah komunitas melakukan aksi sosial dengan membagikan bantuan kemanusiaan di sebuah wilayah yang kebetulan warga nya mayoritas beragama beda dari mereka. Berbagai tuduhan provokasi di munculkan lewat media sosial, ada yang menolak dengan keras ada pula yang berpikir dengan bijak dan tidak sedikit dari mereka yang melakukan provokasi adalah ormas-ormas radikal. Mereka mengatakan bahwa ini adalah bagian dari Kristenisasi!!! Jadi harus di tolak.

Saya membayangkan andaikan kawan-kawan saya yang kebetulan agama Kristen masuk kesebuah wilayah mayoritas dengan melakukan misi kemanusiaan seperti program nikah massal di Nias selatan, dengan catatan harus menikah secara Kristen lalu dibuatkan tempat tinggal, diberi pekerjaan menjaga ayam, mungkin dunia ini akan runtuh bagai kiamat. Disinilah letak perbedaan mayoritas dan minoritas di negara kita, yang bahkan akal sehat kita sendiri tidak dapat mencernanya, nuraninya tersayat-sayat, kebebasannya teraniaya.

Harapan saya, masyarakat Nias khusus nya Nias selatan lebih cerdas dalam menanggapi program mulia dari sang pendakwah, saya percaya masyarakat dan juga tokoh-tokoh hebat dari Nias selatan mampu memberikan solusi demi harga diri nenek moyang kita. Tuntaskan masalah kemiskinan, ciptakan lapangan kerja, tokoh adat dan tokoh agama saling berpangku tangan untuk menyatukan hati bahwa misi utama saat ini adalah “Nias Merdeka”. Merdeka dari penjajahan, merdeka dalam iman dan merdeka dari kemiskinan. Editor : irama/mdl.id

One thought on ““Seakan Bangun Dari Tidur Lama” Akibat Tulisan Seorang Aktivis Muda Dari Pulau Nias Menuai Pro & Kontra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.