6 Kesamaan Surat Wasiat Teroris Makassar dan Teroris Mabes Polri; Identik dengan Agama

Peristiwa terorisme dalam satu minggu terakhir di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan maupun teroris ZA penyerang Mabes Polri masih meliputi perbincangan nitizen di Indonesia. Terutama berkaitan dengan surat wasiat yang ditinggalkan terduga teroris, baik MLA, ZA  yang ternyata memiliki kemiripan bahkan kesamaan pada redaksi tertentu. Patut diduga ada kedua pelaku teror tersebut merupakan kelompok yang sama dan identik dengan perjuangan agama tertentu.

Kesamaan-kesamaan tersebut dapat dilihat pada penjelasan berikut ini :

  • Salam Pembuka  Sama Persis

Dalam surat wasiat keduanya, sama-sama mengawali dengan redaksi pembukaan yang sama persis yaitu :

“Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah”

  • Kata Pertama Sama Persis yaitu “Wahai”

Jika diamati secara detail, kedua surat wasiat teroris ini sama – sama diawali dengan kata “Wahai”. Wahai merupakan kata yang sesungguhnya tidak lazim dipakai dalam surat-menyurat resmi di Indonesia, tetapi keduanya menggunakan kata yang sama persis.

  • Kalimat yang sama persis “Tetapi Allah lebih menyayangi hambanya Makanya saya tempuh jalan ini”

Kesamaan berikutnya adalah adanya kalimat yang menyebutkan dasar niat awal melakukan teror yaitu dengan menyebut nama sang pencipta “Allah”.

“ Tetapi Allah lebih menyayangi hambanya, makanya saya tempuh jalan ini”….

Secara logika, kesamaan redaksi dan tujuan kalimat ini tentu bukan lah hal umum digunakan dalam dikumentasi persuratan, tetapi keduanya menggunakan kata yang sama.

  • Harapan yang sama persis “berkumpul dengan keluarga di surga”

Adanya harapan yang sama dari kedua Teroris yaitu berkumpul di surga bersama keluarga terutama ayah dan ibunya. Hal ini tertuang dalam surat wasiat pada paragraf selanjutnya yang memiliki kesamaan redaksional

  • Anti berhubungan dengan Perbankan karena tidak diberkahi allah

Dalam kalimat-kalimat yang ditulisakan melalui surat wasiat kedua pelaku teror, tersebutlah salah satu keinginan mereka untuk tidak berhubungan dengan bank. Karena bank bukan jalan yang diberkahi Allah , demikian tertulis di surat wasiat keduanya. Kalau dipikir-pikir, ajaran mana yang mengajari ini bahwa bank merupakan sesuatu yang haram?

  • Pesan Rajin shollat

Keinginan keduanya tentu bagus yaitu himbauan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk rajin sholat. Ini baik-baik saja kalau dilakukan sesuai dengan ajaran dan niat agama yang tulus kepada sang pencipta.

Demikian kesamaan pesan dan harapan dari kedua pelaku terorisme, kiranya menjadi bahan untuk selalu hati-hati baik dalam belajar agama maupun mencari guru/panutan yang mungkin akan menjerumuskan menjadi seorang teroris.  Editor : Febry/Madilog.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *