KPU: Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024

KPU: Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rabu malam (20/3) mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden, yang menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang, mengalahkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lainnya, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan pasangan Prabowo-Gibran yang didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh suara 96.214.691 suara atau 58,58 persen dari total suara sah.

Pasangan Anies-Muhaimin yang didukung Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih 40.971.906 suara. Pasangan Ganjar-Mahfud yang didukung oleh PDI-Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo dan Partai Hanura meraih 27.040.878 suara.

Pengumuman ini disampaikan setelah KPU menyelesaikan seluruh rekapitulasi suara di 38 provinsi dan 128 PPLN. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Kepala BRIN Budi Gunawan dan sejumlah saksi ikut menghadiri pengumuman ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari (tengah) bersama para komisioner dengan dokumen yang ditandatangani saat pengumuman resmi hasil penghitungan suara pemilu Februari 2024 di kantor KPU Jakarta, 20 Maret 2024. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari (tengah) bersama para komisioner dengan dokumen yang ditandatangani saat pengumuman resmi hasil penghitungan suara pemilu Februari 2024 di kantor KPU Jakarta, 20 Maret 2024. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

Prabowo: “Pemilu Sudah Usai, Saatnya Bekerja”

Berbicara tak lama setelah penetapan KPU itu, Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024, KPU dan Bawaslu.

Merujuk pada sejumlah ucapan selamat yang diterimanya dari banyak pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Joe Biden, Prabowo mengatakan “pemilihan umum yang telah dilaksanakan itu diakui oleh dunia, yang disampaikan kepada saya melalui ucapan-ucapan dan surat-surat oleh banyak kepala negara, kepala pemerintah dan para duta besar. Mereka yang memantau jalannya pemilihan umum kita menyatakan sangat terkesan atas lancarnya pemilihan umum kita, atas tertibnya dan atas ketenangan, kesejukan dan suasana gembira yang dirasakan terjadi pada hari pemilihan umum tersebut, tanggal 14 Februari lalu.”

Calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kemenangannya di kediamannya di Jakarta, 20 Maret 2024. (BAY ISMOYO / AFP)

Calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kemenangannya di kediamannya di Jakarta, 20 Maret 2024. (BAY ISMOYO / AFP)

Lebih jauh ia mengajak semua orang bekerja sama memajukan Indonesia. “Pemilu sudah berakhir, saatnya kita bekerja,” tegas Prabowo yang disambut sorak sorai ratusan pendukung yang hadir, juga para ketua partai politik yang mendukung koalisi pemenangannya.

Pengamat: “Ini Kemenangan karena Mengakali Demokrasi”

Pengamat politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Firman Noor mengatakan dilihat dari sisi demokrasi substansial, kemenangan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden merupakan hal yang tidak menyenangkan.

“Karena kita sangat berharap bahwa ada suatu pergantian rezim yang lebih komit terhadap demokrasi bukan pemerintahan yang kemudian berkuasa karena mengakali demokrasi seperti yang terjadi pada Pemilu kali ini. Itu harus selalu dikenang jangan dilupakan. Ini berita buruk untuk demokrasi di Indonesia,” ujarnya saat dihubungi VOA.

KPU Siap Hadapi Potensi Gugatan Hukum ke MK

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan sangat memahami jika ada catatan terhadap hasil pemilu kali ini, dan bahkan siap jika sebagian catatan itu berpotensi diajukan ke Mahkamah Konstitusi, sebagaimana yang disampaikan pasangan nomor urut 1 – Anies Baswedan/Muhaimin Iskandar.[fw/em]

Ikuti Madilog.id di google News

Business Info
READ  Anis, Ganjar Desak Pengadilan untuk Diskualifikasi Presiden Terpilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *