Polisi periksa warga Turki terkait ISIS – BBC News Indonesia

Polisi periksa warga Turki terkait ISIS – BBC News Indonesia

Dari Bandara Sukarno-Hatta, seorang warga Turki yang ditangkap di Sulsel dibawa ke tahanan Brimob.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Dari Bandara Sukarno-Hatta, seorang warga Turki yang ditangkap di Sulsel dibawa ke tahanan Brimob.

Kepolisian Indonesia menyatakan tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan empat orang warga negara Turki yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Sabtu (13/09) dini hari, dengan kelompok militan Daulah Islamiyah yang sebelumnya disebut ISIS.

Empat orang warga negara Turki ini ditangkap di wilayah Kabupaten Parigi, Moutong, Sulteng, bersama tiga orang warga Sulteng yang belakangan diduga anggota kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah yang masih buron.

“Masih kita terus dalami keterkaitan mereka (dengan kelompok militan Daulah Islamiyah),” kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Polisi Agus Rianto, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (14/09) siang.

Setelah ditangkap, keempat warga negara Turki itu telah diterbangkan ke Jakarta pada Minggu pagi dan kini ditempatkan di ruang tahanan Markas Komando Brimob, Jakarta.

Adapun tiga orang warga Indonesia asal Sulteng yang ditangkap, menurut Agus Rianto, merupakan terduga anggota kelompok teroris pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Mereka tetap ditahan di tahanan Polda Palu, Sulteng.

“Diantara tiga orang WNI yang ditangkap, sesuai data yang kami miliki, itu terkait dengan kelompok Santoso,” ungkap Agus.

Bantuan masyarakat

Kepolisian setempat menangkap tujuh orang itu di wilayah Kabupaten Parigi, Moutong, Sulteng, Sabtu (13/09) dini hari, saat rombongan itu mengendarai kendaraan dari Palu menuju Poso.

“Saat kita melakukan razia di jalan, tiba-tiba satu kendaraan balik arah, (dan) melarikan diri,” ungkap Agus.

Polisi menangkap terduga kerusuhan di Poso, November 2012, setelah polisi menangkap terduga teroris.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Polisi menangkap terduga kerusuhan di Poso, November 2012, setelah polisi menangkap terduga teroris.

Setelah dikejar oleh aparat kepolisian yang melibatkan Pasukan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri, lanjutnya, polisi kemudian berhasil menangkap tiga orang WNI yang belakangan diketahui terduga anggota kelompok teroris Santoso

“Di sana, kita mendapatkan paspor, yang diantaranya bertuliskan paspor Turki,” ungkapnya.

Atas bantuan masyarakat, menurutnya, polisi kemudian melanjutkan pencarian empat orang warga negara Turki tersebut.

“Dan pada Sabtu (13/09) sore, kita berhasil menangkap empat orang negara asing itu,” katanya.

Internasionalisasi gerakan

Sementara, pengamat masalah terorisme, Al Chaidar, mengatakan, dia menduga penangkapan warga negara Turki ini menunjukkan bahwa kelompok terduga teroris pimpinan Santoso di wilayah Poso ingin melakukan internasionalisasi gerakannya.

Menurutnya, ini terjadi setelah kelompok Santoso -yang masih dinyatakan buron terkait sejumlah kasus teroris- menyatakan dukungannya terhadap gerakan Daulah Islamiyah di Irak dan Suriah.

“Kelihatannya mereka sudah melakukan komunikasi dengan intens tentang bagaimana mengirimkan bantuan kepada kelompok pimpinan Santoso,” kata Al Chaidardi saat dihubungi BBC Indonesia, Minggu (14/09) sore.

Pasukan Brimob saat terlibat saling tembak dengan kelompok teroris di Poso, akhir November 2012 lalu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Pasukan Brimob saat terlibat saling tembak dengan kelompok teroris di Poso, akhir November 2012 lalu.

Dia menduga, empat warga Turki itu adalah wakil dari kelompok Daulah Islamiyah atau ISIS yang datang ke Poso untuk “melindungi” kelompok Santoso.

“Karena memang ada konsep yang namanya Junnah,” kata staf pengajar di Universitas Malikusaleh, Lhoksumawe, Provinsi Aceh.

Junnah adalah konsep proteksi yang diberikan seorang Khalifah kepada orang atau kelompok yang menyatakan sumpah setia kepadanya.

Sidang kabinet

Di tempat terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kabinet terbatas pada Minggu sore, yang membahas perkembangan terajhir terkait Daulah Islamiyah dan sepak terjangnya yang dirasakan sampai di Indonesia.

Dalam pidato saat membuka rapat, Presiden SBY kembali menegaskan sikap Indonesia menolak dan mewaspadai penyebaran ideologi Daulah Islamiyah atau ISIS.

Presiden SBY meminta warga Indonesia tetap mewaspadai penyebaran ideologi DI di Indonesia.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar,

Presiden SBY meminta warga Indonesia tetap mewaspadai penyebaran ideologi DI di Indonesia.

“Ini berarti jangan kita ternina-bobo, jangan kita terlena seolah-olah yang berbahaya itu di luar negeri di Timur Tengah, tetapi kalau kita tidak waspada dan tidak melakukan sesuatu yang tepat bisa juga terjadi di negeri kita tindakan kekerasan seperti itu,” kata SBY.

Sebelumnya, polisi telah menangkap WNI terduga teroris di Jawa Tengah dan Depok, Jabar, yang belakangan diketahui mereka adalah pendukung Daulah Islamiyah, DI.

Seruan penolakan terhadap ideologi DI telah disuarakan oleh berbagai ormas Islam, setelah muncul dukungan oleh warga Indonesia terhadap gerakan kelompok militan ini.

Ikuti Madilog.id di google News

Business Info
READ  5 Artis Cantik Indonesia yang Dinikahi Bos Tambang : Okezone Celebrity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *