Keamanan nasional terkendali walau ada “insiden kecil” – BBC News Indonesia

Keamanan nasional terkendali walau ada “insiden kecil” – BBC News Indonesia

Kemananan nasional terjaga walau ada sejumlah insiden  terjadi pada Kamis (21/08).

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Kemananan nasional terjaga walau ada sejumlah insiden terjadi pada Kamis (21/08).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengatakan situasi keamanan nasional kondusif dan menyebut kericuhan di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, sebagai “insiden kecil”.

Dalam konfrensi pers Jumat (22/06), Djoko Suyanto mengatakan secara keseluruhan proses pemilu — mulai dari pemilu legispatif, kampanye, pemilu presiden, hingga putusan MK — tidak ditemukan aksi kekerasan yang berarti.

“Ini menunjukan bahwa masyakarat kita sudah sangat pandai membedakan. Masyarakat kita tidak mau ikut larut dalam kerasnya persaingan dan provokasi yang dilakukan oleh dua pihak,” katanya.

Ke depan, Djoko mengatakan bahwa TNI dan Polri akan terus waspada dan siaga untuk menjaga keamanan hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2014 mendatang.

Pada Kamis (21/08) status Siaga I sudah diturunkan menjadi Siaga II.

Bertanggung Jawab

Terkait kericuhan di Bundaran Patung Kuda, Djoko mengatakan walau ada “gesekan kecil” situasi akhirnya dapat “dikendalikan atas pengertian dua pihak.”

Polisi hanya menggunakan gas air mata dan air untuk menghalau massa.

Sumber gambar, afp getty

Keterangan gambar,

Polisi hanya menggunakan gas air mata dan air untuk menghalau massa.

Kepala Kepolisian Indonesia Sutarman mengatakan ada 46 orang luka-luka ringan dalam insiden itu.

Kebanyakan dari mereka sudah pulang ke rumah masing-masing, namun tiga orang masih dirawat di rumah sakit karena terkena gas air mata.

Atas kericuhan ini, polisi masih menahan satu orang yang diduga sebagai provokator.

Polisi menegaskan tidak ada tembakan peluru dan hanya menggunakan air dan gas air mata.

Djoko Suyanto mengatakan kepolisian telah melakukan tugasnya dengan baik dan semua tanggung jawab berada dipundaknya.

“Saya minta maaf terhadap saudara-saudara saya, adik-adik saya yang menderita, terluka atau tidak nyaman,” kata Djoko Suyanto.

“Tanggung jawab ada di saya, jadi jika ada yang ingin minta pertanggungjawaban, maka tanggung jawab itu ada di menko polhukam.”

Pemerintah menghimbau masyakat kini kembali bekerja seperti biasa dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Ikuti Madilog.id di google News

Business Info
READ  Mahfud MD: Jangan sampai terjadi penyimpangan anggaran untuk politik - ANTARA News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *